Prinsip Kerja Transistor

Prinsip Kerja Transistor-  kata transistor berasal dari dua buah kata yaitu transfer dan resistor. Ini menunjukan bahwa transistor merupakan komponen yang bisa mentransfer daya dari satu rangkaian ke rangkaian lain saat bersifat seperti resistor non linier.
Prinsip Kerja Transistor

Ada beberapa jenis transistor, di antaranya yang banyak di gunakan adalah junction transistor yang terbuat dari lapisan-lapisan material PNP dan lapisan-lapisan NPN. sebab bahan-bahan jenis P dan jenis N di pertemukan.

Salah satu bagian terluar transistor di namakan emitter, sedangkan bagian terluar lainnya di namakan kolektor, dan bagian di antara emitter dan kolektor dinamakan base.

Baca Juga Komponen Catu Daya Dan Fungsinya

Apabila emitter dan kolektor di buat dari material jenis N maka transistor di namakan transistor NPN.  Dan apabila material emitter dan kolektor terbuat dari jenis P maka di namakan transistor PNP.
Transistor
Prinsip kerja dari transistor jenis NPN adalah emmiter harus mendapat masukan lebih negatif dari base dan base harus lebih negatif dari kolektor. Syarat kerja transistor jenis PNP adalah emmiter harus mendapat masukan lebih positif dari base dan base harus mendapat supply atau masukan lebih positif dari kolektor. Syarat kerja tersebut berlaku untuk setiap konfigurasi. pada operasi normal, base-emmiter junction di beri catu daya forward dan base-colector junction selalu di beri catu daya reverse (reverse bias).

Baca Juga Cara Menghitung Tarif Listrik Yang Benar

Dalam teknik pengontrolan transistor sering di gunakan di antaranya sebagai sakelar (switch) dan penguat (gain) atau amplifier.

Kelebihan kelebihan transistor jika di bandingkan dengan tabung elektron antara lain:
  • Transistor bekerja pada tegangan yang rendah
  • Transistor mempunyai daya efesiensi yang tinggi
  • Transistor mempunyai ukuran yang kecil
  • Transistor lebih tahan terhadap goncangan goncangan mekanik
  • Secara teori umur transistor lebih lama

Kekurangan transistor di banding dengan tabung elektron, yaitu:
  • Daya transistor relatif kecil masih terbatas
  • Karakteristik transistor masih terbatas
Fungsi Transistor Sebagai Saklar Statis

Penggunaan transistor sebagai saklar statis sangat menguntungkan dibandingkan dengan penggunakan saklar mekanik lainnya, karena kerugian daya transistor relatif kecil, tegangan kerja yang rendah, memerlukan tempat yang kecil, di sertai sensitivitas penutupan dan pembukaan rangkaian yang tinggi. Oleh karena itu, transistor banyak di pergunakan sebagai alat bantu kontrol elektronika dan untuk pengontrol motor listrik. Penggunaan transistor sebagai saklar, ternyata lebih aman dan efisien, karena dengan tegangan dan daya yang relatif kecil dapat mengontrol beban yang besar.

Baca Juga Fungsi Kontaktor Magnet Konstruksi Dan Cara Kerjanya

Demikian sedikit penjelasan mengenai prinsip kerja transistor, semoga dapat membantu, dan bermanfaat bagi kita semua, terima kasih.
















1 Response to "Prinsip Kerja Transistor"

  1. mari gabung bersama kami di Aj0QQ*c0M
    BONUS CASHBACK 0.3% setiap senin
    BONUS REFERAL 20% seumur hidup.

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel