Pola Dan Bentuk Objek Geografi Sesuai Bentang Alam


Secara garis besar objek geografi dibedakan menjadi dua, yaitu objek fisik dan objek nonfisik atau sosial. Objek fisik meliputi semua lingkungan alam yang ada di muka bumi, sedangkan objek sosial meliputi aktivitas yang terkait dengan manusia di muka bumi.

Setiap objek geografi akan membentuk pola - pola tertentu sesuai dengan kondisi bentang alamnya. Kedua objek tersebut saling memengaruhi satu dengan lainnya. Aktivitas manusia pada suatu tempat akan menyesuaikan kondisi alam yang ada pada daerah tersebut. Beberapa contoh pola dan bentuk objek geografi antara lain, pola iklim, pola aktivitas manusia, pola persebaran flora dan fauna, dan lain - lain.


1. Pola Iklim

Iklim dipengaruhi terutama oleh letak astronomis (lintang tempat) dan kondisi fisik, seperti relief daratan (ketinggian tempat), luas daratan, jarak daratan terhadap laut. Pembagian iklim bersdasarkan garis lintangnya, yaitu sebagai berikut.

a. Daerah iklim tropis
b. Daerah iklim subtropis
c. Daerah iklim sedang
d. Daerah iklim dingin

Pola iklim juga dapat dipengaruhi oleh kondisi wilayah, misalnya sebagai berikut.

a. Iklim kontinental/benua, dialami oleh wilayah di daratan tengah benua jauh dari pengaruh lautan. Kondisi iklimnya memengaruhi adanya daerah gunung.

b. Iklim lautan, dialami oleh daerah yang dikelilingi oleh lautan. Ciri - cirinya penguapan tinggi sehingga curah hujan tinggi.

c. Iklim ugahari, dialami oleh wilayah daratan tinggi. Ciri - cirinya perbedaan suhu siang dan malam tinggi.

d. Iklim pegunungan, dialami oleh wilayah pegunungan. Cirinya udara sejuk, intentitas hujan sering, terutama hujan orografis.

2. Pola Aktivitas Manusia

Dari bentang alam yang terbaca melalui peta, jenis atau bentuk kegiatan manusia di wilayah tersebut juga dapat diinterpresikan atau ditafsirkan. Semisal pola kehidupan masyarakat dapat diperkirakan berdasarkan ketinggian tempat.

a. Daerah pantai

Daerah pantai dalam peta diberi warna hijau muda. Di wilayah pesisir atau pantai umumnya dijumpai kegiatan  masyarakat yang berhubungan dengan kelautan. Misalnya, penangkapan ikan di laut, pembudidayakan ikan air payau, usaha tambak udang, pusat - pusat pelelangan ikan, aktivitas pengeboran minyak lepas pantai.

Baca Juga Ciri-Ciri Dan Kebiasaan Orang Maluku

b. Daerah daratan rendah

Di peta berwarna hijau tua memiliki kontur landai atau relatif datar. Wilayah ini memiliki tingkat kedinamisan fisik sangat tinggi. Jalan - jalan penghubung mudah dibangun, sehingga tingkat aksesibilitas lebih tinggi. Kegiatan manusia yang banyak dikembangkan di daerah daratan rendah, antara lain pertanian/perkebunan, kawasan industri, pusat - pusat perdagangan, pusat - pusat pemerintahan dan kebudayaan, juga pemukiman.

c. Daratan dataran tinggi

Di peta berwarna kuning coklat memiliki udara lebih sejuk. Kegiatan yang mungkin dijumpai di wilayah ini, diantara lain, budi daya pertanian/perkebunan tanaman dataran tinggi, kegiatan wisata gunung atau agrowisata dan kegiatan kehutanan (hutan produksi).

3. Pola Kehidupan Flora dan Fauna

Perbedaan ketinggian menimbulkan pola iklim dan cuaca berbeda. Daerah rendah lebih panas dibandingkan daerah tinggi. Suhu semakin turun seiring dengan kenaikan tinggi suatu tempat dari permukaan laut. Dan secara alami, segala kehidupan flora akan dipengaruhi oleh ketinggian tempat tersebut. Berikut ini adalah contoh kehidupan flora.

a. Di daratan rendah di wilayah pesisir pantai berawa - rawa, tumbuh tanaman bakau.
b. Di daerah pegunungan dapat dijumpai flora hutan alami, tanaman hutan produksi, tanaman perkebunan dataran tinggi (teh, buah - buahan, dan sayuran).
c. Di wilayah permukiman (baik di dataran rendah maupun tinggi) dapat  ditemui tanaman budi daya manusia seperti tanaman pertanian/perkebunan.

Kehidupan fauna secara alami dipengaruhi oleh persebaran flora. Di hutan - hutan alami yang lebat masih dapat menjumpai hewan - hewan liar seperti harimau, babi hutan, dan gajah. Dan di dataran yang rendah seperti sabana ditemukan zebra, jerapah, dan lain - lain.

4. Pola Persebaran Jenis Tanah

Diseluruh permukaan bumi terdapat ratusan jenis tanah. Dan persebaran pada setiap jenis tanah akan mencakup wilayah berbeda - beda. Masing - masing jenis tanah memili karakter dan kualitasnya berbeda.

a. Wilayah gunung berapi memiliki jenis tanah vulkanis yang subur.
b. Wilayah pegunungan kapur memiliki tanah kapur yang tandus.
c. Di daerah rawa banyak dijumpai tanah gambut yang memiliki kandungan asam tinggi kurang unsur hara, dan tidak subur.

Baca Juga Ukuran KTP Atau E-KTP Indonesia

Setiap jenis tanah tersebut melalui suatu proses pembentukan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Dan faktor - faktor tersebut mencakup, jenis batuan induk, iklim, relief, aktivitas biologis maupun faktor manusia.

0 Response to "Pola Dan Bentuk Objek Geografi Sesuai Bentang Alam"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel