Kehidupan Dalam Mengolah Amal Usaha Muhammadiyah

Amal Usaha Muhammadiyah- adalah salah satu media dakwah Persyarikatan untuk mencapai maksud tujuan Persyarikatan, yakni menegakkan dan menjunjung tinggi agama islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Oleh karena itu, semua bentuk kegiatan amal usaha Muhammadiyah harus mengarah kepada terlaksananya maksud dan tujuan Persyarikatan. Seluruh pemimpin serta mengolah amal usaha berkewajiban untuk melaksanakannya misi utama Muhammadiyah dengan sebaik-baiknya sebagai misi dakwah.

Kehidupan dalam Mengolah Amal Usaha Muhammadiyah

Amal usaha Muhammadiyah adalah milik Persyarikatan. Dalam hal ini, Persyarikatan bertindak sebagai badan hukum dari seluruh amal usaha. Sehingga semua  bentuk kepemilikan Persyarikatan hendaknya dapat diinventarisasi dengan baik dan dilindungi dengan bukti kepemilikan yang sah menurut hukum yang berlaku. Karena itu, setip pemimpin dan pengolah amal usaha Muhammadiyah di berbagai bidang dan tingkatan berkewajiban menjadikan amal usaha  dengan pengolahnya secara keseluruhan sebagai amanat umat yang harus ditunaikan dan dipertanggungjawabkan dengan sebaik - baiknya.

Pemimpin amal usaha Muhammadiyah diangkat dan diberhentikan oleh pemimpin Persyarikatan dalam kurun waktu tertentu. Dengan demikian, pemimpin amal usahanya harus tunduk kepada kebijakan Persyarikatan dan tidak menjadikan amal usaha sebagai milik pribadi atau keluarga. Karena hal itu, akan menjadi fitnah dalam kehidupan dan bertentangan dengan amanat organisasi.

Pemimpin amal usaha Muhammadiyah adalah anggota Muhammadiyah yang mempunyai keahlian tertentu dalam bidang amal usaha tersebut. Karena itu, status keanggotaan dan komitmen pada misi Muhammadiyah menjadi sangat penting bagi pemimpin agar memahami secara tepoat tentang funsi amal tersebut bagi Persyarikatan.

Pemimpin amal usaha Muhammadiyah harus dapat memahami peran dan tugas dirinya dalam mengemban amanah Persyarikatan. Dengan semangat amanah tersebut, pemimpin akan selalu menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh Persyarikan dengan melaksanakan fungsi manajemen perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan yang sebaik - baiknya dan sejujur - jujurnya.

Pemimpin amal usaha Muhammadiyah senantiasa berusaha meningkatkan dan mengembangkan amal usaha yang menjadi tanggung jawabnya dengan penuh kesungguhan. Pengembangan ini menjadi sangat penting agar amal usaha senantiasa tuntunan masyarakat dan tuntunan zaman.
        
Sebagai amal usaha yang bisa menghasilkan keuntungan, maka pemimpin amal usaha Muhammadiyah berhak mendapatkan nafkah dalam ukuran kewajaran (sesuai ketentuan yang berlaku) yang disertai dengan sikap amanah dan tanggung jawab. Untuk itu setiap pemimpin Persyarikatan hendaknya membuat tata aturan yang jelas dan tegas mengenai gaji tersebut dengan dasar kemampuan dan keadilan.

Pemimpin amal usaha Muhammadiyah berkewajiban melaporkan pengolahan amal usaha yang menjadi tanggungjawabnya, khususnya dalam keuangan/kekayaan pada pemimpin Persyarikatan secara bertanggunng jawab dan bersedia untuk diaudit serta mendapatkan pengawasan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Pemimpin amal usaha Muhammadiyah harus bisa menciptakan suasana kehidupan Islami dalam amal usaha yang menjadi tanggung jawbanya dan tentu saja usaha ini menjadi sangat perlu agar menjadi contoh dalam kehiduopan bermasyarakat.

Karyawan amal usaha Muhammadiyah adalah warga Muhammadiyah yang diperkejakan sesuai dengan keahlian atau kemampuannnya. Sebagai warga Muhammadiyah diharapkan karyawan mempunyai rasa memiliki kesetiaan untuk memelihara serta mengembang amal usaha tersebut sebagai bentuk pengabdian kepada allah dan berbuat kebajikan kepada sesama. Sebagai karyawan amal usaha Muhammadiyah tentu tidak bleh terlantar dan bahkan berhak memperoleh kesejahteraan dan memperoleh hak - hak lain yang layak, tanpa terjebak pada rasa ketidakpuasan, kehilangan rasa syukur, melalikan kewajiban dan bersikap berlebihan.

Seluruh pemimpin karyawan atau pengolah amal usaha Muhammadiyah berkewajiban dan menjadi tuntunan untuk menunjukkan keteladanan diri, melayani sesama, menghormati hak - hak sesama, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi sebagai cermin dari sikap ihsan, ikhlas dan ibadah.

Seluruh pemimpin, karyawan, dan pengelola amal usaha Muhammadiyah hendaknya memperbanyak silatuhrrahim dan membangun hubungan - hubungan sosial yang harmonis (persaudaraan dan kasih sayang) tanpa mengurangi ketegasan  dan tegaknya sistem dalam penyelenggakan amal usaha masing-masing. 


0 Response to "Kehidupan Dalam Mengolah Amal Usaha Muhammadiyah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel