Cara Membuat Bonsai Agar Bernilai Seni Tinggi

Mediatutorial.web.id- Cara membuat bonsai agar bernilai seni tinggi pada hakikatnya adalah merekayasa bagian-bagian tanaman sedemikian rupa sehingga pertumbuhan akan sesuai dengan yang di kehendaki pembuatnya. Yang perlu kita ketahui bahwa bonsai adalah merupakan mahluk hidup yang dapat tumbuh dan berkembang walaupun bersifat pasif namun memberikan reaksi terhadap setiap gangguan pada tubuhnya. Di samping itu bonsai merupakan karya seni sehingga kita perlu pemahaman serta kepekaan seni yang tinggi untuk mengembangkan kreatifitas di dalam menciptakan hasil yang mengagumkan.

Cara Membuat Bonsai Agar Bernilai Seni Tinggi

Dalam prinsipnya cara membuat bonsai tidak jauh berbeda dengan tanaman hias pot, namun penyesuaian wadah yang tepat merupkan rangkaian yang harmonis suatu karya bonsai. Walaupun perkembangan seni bonsai dewasa ini mengarah ke berbagai bentuk kontemporer, pola dasar pembuatan bonsai mengikuti gaya dasar tetap relevan sebagai patokan dasar. Pembuatan bonsai membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memenuhi kriteria kerdil, tua atau berkesan tua secara estetis.

Naka (1984) mengemukakan beberapa hal mendasar yang perlu di lakukan dalam teknik pembuatan bonsai adalah sebagai berikut:

Pemotongan Atau Pemangkasan

Bakal bonsai yang sehat pertumbuhannya siap untuk mendapatkan perlakuan. Biasanya pertumbuhan batang atau cabang cabangnya belum terarah. Mula-mula kerangka dasar di buat berdasarkan gaya yang di inginkan dengan pemotongan ataupun pemangkasan batang dan cabang. Kemudian batang dan cabang yang terpilih di pelihara dan di atur pertumbuhannya. Cara memotong cabang pada pangkalnya minimal rata atau lebih baik agak cekung kedalam agar penutupan luka berlangsung cepat. Pemangkasan ranting sebaiknya potongannya miring dengan bekas luka menghadap ke atas agar cepat menutup. Penggunaan parafin untuk menutup luka bekas potongan sangat tepat. Hindari kesalahan dalam pemotongan karena cabang tersebut tidak akan pernah tumbuh kembali. Pemangkasan di lakukan pula pada akar karena ruang lingkup areal perakarannya sangat terbatas. Pengurangan akar harus serasi dengan wadahnya agar perakaran dapat menyebar rata di permukaan, tidak saling tumpang tindih serta terlihat kokoh dan kuat.

Pengawetan

Proses penyempurnaan bentuk bonsai seperti mengubah arah pertumbuhan batang pokok, cabang dan ranting sebagaimana yang di rencanakan, di bantu dengan pengawatan. Kawat yang di gunakan sebaiknya dari bahan tembaga atau almunium karena mudah untuk di bengkokan, tidak berkarat sehingga aman untuk tanaman bonsai. Pengawatan dimulai pada ujung kawat di masukan kedalam tanah sehingga kokoh dekat pangkal batang, kemudian mulai di lilitkan dengan sudut 45 derajat serta jarak yang relatif sama. Untuk melilit cabang terlebih dahulu kawat di kaitkan pada batang agar mendapat pegangan yang kuat dan selanjutnya di lakukan lilitan ke cabang dan seterusnya.Baca Juga Macam Macam Gaya BonsaiPerlu kalian perhatikan bahwa pengawatan tidak perlalu terlalu erat agar bonsai terhindar dari luka dan agar efektif jangan kelonggaran. Di samping itu saat melilit jangan sampai ada kuntum yang tertutup kawat. Lilitan kawat di usahakan tidak tumpang tindih agar hasil pengawatan nampak bagus dan mudah di lepas. Pekerjaan selanjutnya adalah membetuk bonsai sesuai yang di inginkan dengan melengkungkan secara berhati-hati jangan sampai patah. Kepastian waktu pengawatan tergantung dari jenis sifat dan besar kecilnya tanaman. Cara melepas lilitan di mulai dari atas ke bawah. Apabila pertumbuhan batang masih belum sesuai, maka pengawatan harus di lanjutkan dan boleh di ganti dengan kawat baru. Di samping pengawatan dapat di bantu dengan pengikatan cabang kemudian tarik ke arah yang di inginkan. Pengikatan ini dapat di pertahankan beberapa waktu untuk mencapai hasil yang di harapkan.

Penempatan Dalam Pot

cara membuat bonsai

Bonsai yang sudah mendekati bentuk dan gaya yang di kehendaki perlu mendapat pot yang sesuai dan serasi. Komposisi dan peletakan bonsai di dalam pot dapat mempengaruhi penampilan secara keseluruhan. Posisi tanaman bisa saja di sebelah kiri atau kanan bahkan dekat pinggiran pot. Untuk pot yang berbentuk bujur sangkar, bundar, segi delapan dan sejenisnya, posisi tanaman dapat di tengah. Untuk pot berbentu persegi panjang, lonjong serta bentuk bentuk memanjang lainnya tanaman di letakan sekitar sepertiga dari sisi kiri atau kanan pot.Adapun ukuran, bentuk dan warna pot di serasikan dengan ukuran, bentuk dan warna pohonnya terutama warna daun, bunga dan buahnya. Di samping itu bentuk pot perlu di sesuaikan dengan gaya bonsai yang bersangkutan. Pot yang dangkal berbentuk memanjang lebih cocok untuk bonsai bergaya tegak lurus, tegak dan berkelompok. Pot dangkal berbentuk bundar, bujur sangkar atau segi lima, lebih cocok untuk bonsai bergaya miring. Bila pot agak dalam lebih cocok untuk bonsai bergaya setengah menggantung, dan pot yang dalam serta tinggi sesuai untuk bonsai bergaya menggantung seperti air terjun. Karena bonsai merupakan seni yang hidup maka patokan peletakan bonsai harus mempertimbangkan pada segi tanamannya. Untuk itu perlu memperhatikan bagaimana arah pertumbuhannya, komposisi ke kiri atau ke kanan, bagian depan atau bagian belakang serta pertimbangan tiga dimensi secara keseluruhan (Heriteau, 1977)

Pengerdilan

Pembatasan pertumbuhan tanaman merupakan salah satu teknik untuk pengerdilan bonsai. Hal ini dapat di lakukan dengan pembatasan ruang pertumbuhan seperti penggunaan pot yang berukuran kecil. Usaha lain adalah pembuangan secara terus menerus tunas baru, kecuali tunas yang di perlukan untuk penyempurnaan bentuk bonsai. Dengan demikian bagian-bagian lain terutama cabang yang di inginkan akan tumbuh kuat karena mendapat energi yang lebih banyak sehingga ukuran kerdil dapat di pertahankan. Pengurangan akar perlu di lakukan untuk menjaga keseimbangan pertumbuhan bagian di atasnya. Peletakan pada tempat yang mendapat sinar matahari penuh sepanjang hari sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan dapat membatasi kecepatan tumbuh yang di sebabkan oleh pengaruh sinar ultra violet. Pengecualian untuk jenis tertentu yang sifat ekologisnya di alam beradaptasi kepada keadaan setengah naungan. Apabila ingin drastis maka dapat memperpendek batang dengan memotong pucuknya dan menunggu tunas-tunas baru yang akan tumbuh kemudian. Dengan memetik ujung ranting atau kuncup daun baru secara berkala akan menghasilkan daun yang berukuran kecil dan ranting pendek serta bercabang terus menerus sehingga bentuk pohon akan menjadi lebih kompak dan kerdil.

Penuaan

teknik membuat bonsai

Bonsai akan terlihat lebih menarik apabila terkesan tua. Penuaan dapat membuat tanaman yang sebenarnya belum tua menjadi tampak tua. Di negri asalnya China, teknik penuaan di anggap sebagai bagian yang penting kemudian di kembangkan di Jepang. Sekarang teknik penuaan bonsai sudah banyak di lakukan di Indonesia dari hasil perburuan pohon di hutan-hutan kemudian di lakukan pemahatan batang  dengan bentuk alami yang akan memberikan hasil sangat mengagumkan. Teknik penuaan bonsai membutuhkan keterampilan khusus  dan pengetahuan tentang sifat-sifat pohon di alam bebas di tambah kepekaan seni dalam mengembangkan daya cipta. Penuaan dapat di lakukan dengan memaksakan dahan dan ranting untuk tumbuh mendatar atau agak menurun dengan cara pengikatan. Demikian pula akar pada pangkal pohon di tonjolkan dengan cara memaksa akar-akar tersebut menjalar di atas permukn tanah. Cara yang sedang populer sekarang adalah memanfaatkan tunggul dari hasil pencarian di hutan, kemudian di kupas dan di pahat atau di keruk seperti kerusakan alami.Ada beberapa teknik pemahatan yang menghasilkan bonsai kelihatan tua dengan bagian yang sudah mati seperti membuat ujung batang mati (Jin) sehingga tidak tumbuh lagi dan meninggalkan cabang di bawahnya yang berdaun, bentuk lain adalah membuat lobang atau mengerok sehingga terbentu celah melebar pada batang (Uro) sehingga kelihatan berongga, mengupas kulit batang atau mengerok akar lalu mati sebagian (Shari) dan boleh di tambah dengan pahatan, kombinasi dari ketiganya akan terbentuk lekukan dan celah memanjang (saba miki) sehingga berkesan sangat tua. Perlu di ingat bahwa hasil pahatan atau kerokan harus terlihat wajar seolah di pengaruhi oleh alam.Sampai di sini ulasan tentang cara membuat bonsai agar bernilai seni tinggi, cara ini juga yang bisa kalian terapkan dalam membuat bonsai beringin, bonsai serut, maupun bonsai kelapa, semoga dapat membantu dan memberikan gambaran tentang cara menciptakan bonsai yang indah, berkesan tua, dan bernilai seni tinggi. Semoga bermanfaat untuk kita semua, terima kasih.













1 Response to "Cara Membuat Bonsai Agar Bernilai Seni Tinggi"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel