Rabu, 12 Februari 2014

Video
Text

AUDIO DASAR No.3: Pengenalan dan penerapan limiter untuk pemula


Pada tutorial sebelumnya, kita telah mengenal Compressor. Nah, pada tutorial kali ini, kita akan mengenal limiter. Limiter juga bisa dibilang merupakan Compressor yang rationya full, sehingga semua audio yang melebihi Treshold akan dipotong. Berbeda dengan Compressor, pada compressor, semua audio yang melebihi Treshold akan dikurangi sesuai perbandingan dengan ratio. Silahkan baca – baca tutorial tentang Compressor terlebih dahulu bila masih bingung dengan Ratio dan Treshold.

Apasih kegunaan Limiter?

Fungsi dari limiter adalah membatasi volume audio. Coba perhatikan Screenshot di atas. Kita memiliki sebuah Limiter. Di sini kita menggunakan limiter miliknya DAW Presonus Studio One. Untuk anda pengguna limiter lain sebetulnya adalah sama saja.

Kembali ke screenshot, kita memiliki audio yang volumenya kurang maksimal. Pasti anda yang berkecipung di bidang recording terutama yang pemula, sering mengalaminya, kenapa kok hasil audio kita kurang maksimal, kecil banget,,, dan lain – lain.

Nah, penggunaan limiter adalah untuk mengatasi hal – hal seperti itu. Kita ketahui bersama bahwa standar volume audio adalah 0db, bila melebihi ini maka audio kita akan clipped. Semua DAW pasti memberikan konfirmasi bila terjadi ‘clip’ pada audio kita.

Pada screenshot, kita mensetting Threshold sesuai dengan standard audio yaitu 0db. Sehinga saat kita akan menaikkan volume audio ini, bila nanti ada bagian yang melebihi Treshold maka akan terpotong/terkompress secara otomatis, sehingga tidak akan terjadi Clip pada audio kita.

Bagian – bagian Limiter:

Setiap limiter memilki bagian – bagian sendiri – sendiri dengan istilah sendiri – sendiri pula. Tetapi bagian yang umum terdapat pada limiter adalah

*Signal Input (untuk mengatur volume sinyal yang masuk)
*Treshold (sebagai ambang batas)
*Release (waktu yang dibutuhkan limiter untuk merelease bila sudah tidak melebihi treshold)

Sebetulnya juga terdapat tambahan – tambahan fungsi lain sesuai dengan Vendor pembuatnya. Pada limiter yang kita gunakan di atas bagian – bagiannya adalah sebagai berikut:
1.Input
Digunakan sebagai pengatur volume input yang masuk.

2.Ceilling

Penyesuaian maximum output dari limiter (mulai dari -12db – 0 db)

3.Tresh
Ambang batas pemotongan.

4.Release
Waktu yang digunakan untuk me-release.

5.Softclip
Digunakan untuk menghaluskan pemotongan

6.Metering
a.PkRMS (nanti kita bahas)
b.K-14, K-20, K-12 (nanti kita bahas)
c.Reduction (nanti kita bahas)
Untuk mengetahui berapa db yang digunakan untuk meng-compress/memotong audio

Nah, mudah bukan, adakah yang kurang jelas???

Cobalah anda berikan limiter pada audio anda, bila dirasa kurang maksimal volumenya, berikah Treshold 0db misalnya, kemudian tarik saja tombol input, perhatikan level meteringnya, dan dengarkan suara audio anda.

Bila mulai pecah suara audionya, sebaiknya turunkan lagi level inputnya. Bila dirasa sudah maksimal volumenya, maka anda bisa menghentikan menaikan tombol input.

Limiter dapat digunakan pada saat mixing, maupun pada saat mastering, tergantung keinginan anda. Dalam perkembangan plugin yang kompleks, limiter ini tidak berdiri sendiri, tetapi juga digabung dengan compressor dan gate.
Tidak hanya “tidak berdiri sendiri”, sekarang limiter ini bisa digunakan untuk me-limit multiband. Masih ingatkah anda dengan multiband???

Yup, yaitu low, mid, high, zaman sekarang banyak kok limiter yang bisa digunakan untuk meng-cut band tertentu, misalnya ingin high band saja yang dilimit dan lain lain.
Lihat gambar 1:


Ozone 5 adalah salah satunya, saya pribadi biasanya suka memakai ozone 5, saya bisa meng-compress setiap band yang dirasa kurang maksimal.

Di atas kita telah menuliskan “bila suara audio pecah maka kita bisa hentikan”, nah, sebetulnya suara audio pecah bisa diakali dengan penggunaan limiter/compressor ini. Cobalah, pasti anda bisa melakukannya dengan multiband limiter ini.
Saya mempunyai contoh audio:

*1_SLUKU BATHOK - Asli dari kaset pita.mp3Ini adalah audio asli hasil rekaman dari kaset pita.
*2_SLUKU BATHOK - Pecah saat mastering.mp3ini adalah audio hasil mastering yang pecah.
*3_SLUKU BATHOK - Bagus setelah pakai multiband limiter.mp3Nah, ini adalah audio hasil limiter dengan multiband limiter ozone5. Sangat mudah sekali, hanya memilih band mana yang perlu di kompress / dilimiter, kemudian kita geser – geser saja sudah berhasil. Ayo coba sendiri.

Lihat gambar 2:


Perlu diketahui bahwa, bila audio anda pecah, *suara pecah ini tidak akan hilang saat anda menurunkan volumenya. Cara satu satunya adalah meng-compress nya dengan compressor atau limiter.

Demikian tutorial tentang limiter bagi pemula, semoga bermanfaat.
Salam.


Please share bila tutorial ini cukup berbobot untuk anda!

MediaTutorial mengedepankan tutorial yang berkualitas. Semua penjelasan dipaparkan sedetail mungkin.
Please, bila tutorial ini membantu anda dan cukup berkualitas bagi anda mohon untuk share pada button sharing berikut ini.

Writen by: Okie Eko Wardoyo

Comments

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar