Rabu, 29 Januari 2014

Video
Text

AUDIO DASAR No.2: Mengenal Audio Compressor


Pernahkan anda mendengar tentang ‘Compression’?? Atau mungkin istilah lain seperti ‘Audio Compressor’, ‘Multiband Compressor’?? saya yakin banyak dari editor audio berpengalaman selalu menggunakan fasilitas dan teknik ini.

Audio Compression, sesuai dengan namanya, adalah proses pemampatan audio dimana gain dari audio yang melebihi batas akan di kurangi berdasarkan ukuran tertentu. Compression selalu digunakan baik dalam proses mixing maupun proses mastering sebuah lagu.


Note: Untuk kelancaran tutorial ini saya menggunakan salah satu DAW Fenomenal multi fungsi nan ringan, yaitu Presonus STUDIO One. Anda dapat menggunakan Compressor dari DAW apa pun (Cubase, Nuendo) karena proses nya sama saja.

Nah, kembali ke definisi yang sudah kita sampaikan di atas, bila level gain (volume) dari audio melebihi batas yang kita tentukan (threshold), maka akan dikurangi berdasarkan ukuran tertentu sesuai dengan yang telah kita settingkan pada Ratio.

Gain, bisa disebut juga sebagai level. Karena signal level dari sebuah audio tidak tetap, melainkan naik turun, maka dalam audio enginering disebut sebagai dynamic range.

Nah, di sini kita mengenal beberapa istilah – istilah asing, yaitu gain(volume), dynamic range, threshold(batas audio), dan ratio (perbandingan audio). Yang paling kurang jelas pasti bagian ‘ratio’ :)

Ya, ratio adalah perbandingan, maksudnya adalah perbandingan signal input dengan signal output.

Misalnya seperti pada contoh gambar di atas:
Ratio 2:1, maksudnya bila kita menaikan level dari audio sebesar 2db maka output yang terjadi adalah naik 1db.
Ratio 5:1, maksudnya bila kita menaikan level dari audio sebesar 5db, maka output yang terjadi adalah naik 1db.

Sampai di sini bisa dimengerti kah?

Lalu apa fungsi dari Compressor??

Fungsi utama dari Compressor adalah menyetarakan level dari dynamic range. Sehingga saat kita menaikan volume level maka volume yang besar yang melewati batas threshold bisa dimampatkan/dikompresi sedangkan volume yang masih belum menyentuh batas threshold akan naik normal. Dengan demikian maka kita bisa mendapatkan kualitas audio yang optimal.

Lihat gambar 1:


Saya yakin semua sudah mengerti dan bisa membaca grafik di atas :) tapi pasti ada juga yang belum memahami dalam pembacaan grafiknya. Saya akan mencoba menambah gambar lagi supaya lebih mudah dimengerti.

Lihat gambar 2:


Bisa anda lihat, dengan menggunakan Ratio 2:1, maka saat input kita naikan menjadi 10db, output akan terkompresi menjadi 5db. Ingat, 5db karena pakai ratio 2:1. Coba bayangkan bila menggunakan ratio 1:1, pasti naik 10db juga. :)

Compressor ini bisa berupa hardware , bisa juga berupa software yang biasanya berupa VSTPlugin pada DAW.

Nah, dalam sebuah Compressor yang biasanya berupa VSTPlugins ini , tidak hanya terdapat setingan input, output, ratio dan threshold. Melainkan disempurnakan dengan tambahan fasilitas penting pendukung proses kompresi yaitu ‘knee’, ‘attack’, ‘release/decay’ bahkan sampai ‘high cut’ dan ‘low cut’.

Wah, banyak ya istilahnya...
-Knee ini bisa dibilang kelembutan dalam peng-kompresian. Bila kita berikan knee nya nol (0) maka grafik akan lancip. Bila kita berikan 10 misalnya, maka akan tumpul.
-Attack, merupakan delay sebelum compressor menyerbu signal :) , attack 15ms misalnya, berarti compressor akan mulai melakukan eksekusi terhadap audio setelah 15mili second.
-Release/Decay, merupakan waktu yang diambil saat signal di-release/dilepaskan dari proses kompresi.
-Highcut, digunakan untuk memotong frekuensi high.
-Lowcut, digunakan untuk memotong frekuensi low.

Mudah bukan istilah – istilahnya?

MULTIBAND COMPRESSOR


Ingat, ini adalah tutorial dasar, pada setiap DAW pengembangan compressor ini beragam. Contohnya adalah multiband compressor,
Lihat gambar 3:


Di atas adalah multiband Compressor pada presonus studio one, bila anda menggunakan adobe audition maka anda akan mendapati multiband compressor seperti berikut ini:
Lihat gambar 4:


Saya pribadi biasanya suka dengan Multiband Compressor miliknya izotope ozone 5 yang terinstall di studio one saya, sama seperti multiband compressor bawaan presonus studio one, maupun audition, ozone 5 menyediakan multiband compressor yang tidak kalah canggih.
Lihat gambar 5:


Dengan menggunakan Multiband Compressor ini, maka kita bisa dengan mudah memberikan kompresi pada masing - masing band (low, mid, high) frekuensi tidak hanya kepada single band saja.

Canggih bukan?

Sekarang, silahkan anda praktekan dengan DAW favorit anda, coba – cobalah eksperiment, bila perlu, coba lah satu persatu preset bawaan dari DAW anda, pahami, dengarkan dengan baik, dan ekplorasilah.

Sekian tutorial audio compression pada pertemuan ini, mudah mudahan bermanfaat.
Salam,

Please share bila tutorial ini cukup berbobot untuk anda!

MediaTutorial mengedepankan tutorial yang berkualitas. Semua penjelasan dipaparkan sedetail mungkin.
Please, bila tutorial ini membantu anda dan cukup berkualitas bagi anda mohon untuk share pada button sharing berikut ini.

Writen by: Okie Eko Wardoyo

Comments

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar